Jln. Poros Malino no 90, Kab. Gowa 0811-4440-7666 alfadiyahschool@gmail.com
Kegiatan Sekolah

Rombel 3 SDIT Al-Fadiyah Kembangkan Ketangkasan dan Kerja Sama Siswa Melalui Kegiatan Al-Farit di Topejawa

Dalam upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa, Rombel 3 SDIT Al-Fadiyah melaksanakan kegiatan Al-Farit (Al-Fadiyah Akkarena Ri Topejawa) di Pantai Topejawa, Kabupaten Takalar, pada Jumat–Sabtu (24–25 Oktober 2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 98 siswa dengan penuh antusiasme.

Al-Farit merupakan kegiatan periodik SDIT Al-Fadiyah yang dirancang untuk mencetak peserta didik yang cerdas Qur’ani, mandiri, berkarakter, dan berprestasi. Selain menjadi sarana rekreasi dan tadabbur alam, kegiatan ini juga menjadi momen bagi siswa untuk belajar bersyukur atas nikmat ciptaan Allah SWT.

Dalam sambutannya sebelum keberangkatan, Kepala Sekolah SDIT Al-Fadiyah Ustadz Rakhmat Machmud berpesan kepada para siswa agar selalu menjaga adab dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Permainan Pa’dende Bang

“Ingat selalu untuk membaca doa sebelum berangkat, baca bismillah, minta kepada Allah agar pergi dan pulang dengan selamat. Perhatikan etika, jangan berteriak, ucapkan salam, dan selalu ikuti arahan ustaz dan ustazah. Serta yang paling penting, jaga kebersihan di mana pun berada,” pesannya.

Permainan A’baguli

Ustazah Nur Rahmi, selaku ketua panitia menuturkan bahwa kegiatan Al-Farit kali ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan membangun karakter kerja sama.

Permainan Dende

“Kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa syukur terhadap Allah atas kekayaan budaya melalui permainan tradisional khas Bugis-Makassar. Selain itu, juga melatih ketangkasan, kepercayaan diri, kecekatan, serta strategi dalam bermain. Ini menjadi wujud syukur dalam melestarikan warisan budaya daerah,” jelasnya.

Permainan Asing-asing

Berbagai permainan tradisional Bugis-Makassar menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut. Melalui permainan seperti Gatta, Pa’dende Bang, Dende, Asing-asing, dan A’baguli, para siswa belajar pentingnya kerja sama tim, sportivitas, dan ketahanan fisik, sekaligus mengenal nilai-nilai kearifan lokal.

Permainan Gatta

Kegiatan Al-Farit 2025 berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan. Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa, guru, dan alam sekitar dalam bingkai pendidikan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Tinggalkan Balasan